Search This Blog

Thursday, October 28, 2010

Bersaing dengan Teknologi Informasi

(bab 2 buku pengantar sistem informasi dr James O Brien)

Bag I Dasar Dasar Keunggulan Strategis

Sistem informasi bukan hanya sekeumpulan teknologi untung mendukung operasi bisnis, kerja sama perusahaan dan sistem pengambilan keputusan namun TI bisa sebagai Sistem informasi strategis (SIS) sebagai jaringan pembaruan organisasi yang dapat mengubah cara bersaing dalam bisnis.

Konsep Strategi Kompetitif
Sistem informasi strategis meruapakan sistem informasi yang mendudukung dan membentuk posisi kompetitif dan strategi perusahaan bisnis. Berupa sistem informasi spti TPS, SIM, DSS dll yang menggunakan TI dalam membatu organisasi mencapai keunggulan kompetitif, mengurangi kelemahan dan memenuhi tujuan strategis perusahaan.

Tekanan Kompetitif dan Strategi Kompetitif
Perusahaan perlu mengembangkan strategi untuk menghadapi 5 tekanan kompetitif dalam bisnis, yang meliputi
1. Persaingan dari pada kompetitor
2. Ancaman pemain baru
3. Ancaman produk pengganti
4. Daya tawar pelanggan
5. Daya tawar pemasok atau suplier
Untuk menghadapi 5 tantangan itu dipersiapkan 5 strategi kompetitif sebagai berikut, spt gambar berikut


Wednesday, October 27, 2010

Fungsi dan Prinsip Evaluasi Pendidikan

(dirangkum dari kuliah pertemuan 2)

FUNGSI EVALUASI
Menurut fungsinya evaluasi terbagi menjadi 4, yaitu

A. Evaluasi Input
--> evaluasi yang dilakukan sebelum proses pembelajaran berlangsung
B. Evaluasi Proses
--> evaluasi yang dilakukan selama proses pembelajaran
C. Evaluasi Produk/Hasil
-->evaluasi yang diselenggarakan di akhir proses pembelajaran
D. Evaluasi dampak
--> dampak setelah pembelajaran selesai

Penjelasan masing-masing fungsi diuraikan lagi berikutnya.

A. Evaluasi Input
Evaluasi Input terdiri dari
1. Evaluasi Penempatan
Sering juga disebut Placement.
adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan, minat, dan bakat siswa sehingga dapat diputuskan dimana tempat yang cocok bagi siswa tersebut
Evaluasi ini dilaksanakan dengan tujuan agar setiap peserta didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas atau pada jenis dan/atau jenjang pendidikan tertentu dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif karena sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing.

2. Evaluasi Kesiapan
evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan siswa untuk menerima materi yang diberikan, untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai materi prasyarat
Contoh evalusi kesiapan anak masuk SD.

3. Seleksi
evaluasi yang dilakukan karena adanya daya tampung
contoh evaluasi masuk PT

B. Evaluasi Proses
Terdiri dari 4 fungsi
1. Evaluasi Kualitatif
evaluasi terhadap proses pembelajaran tentang interaksi yang terjadi dalam kelas
2. Evaluasi Kuantitatif
evaluasi terhadap proses pembelajaran,
mis. efektivitas pembelajaran, jumlah kehadiran guru dan siswa.
3. Evaluasi Formatif
evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Evalusi bertujuan untuk mendapatkan umpan balik bagi usaha perbaikan kualitas pembelajaran dalam konteks kelas
4. Evaluasi Diagnostik
evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui tentang kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan berlajar, dan menetapkan cara mengatasi kesulitan berlajar tersebut

C. Evaluasi Hasil
Sering juga dikenal sebagai evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilaksanakan pada akhir keseluruhan proses pembelajaran. Evaluasi ini mencakup ujian akhir semester maupun ujian nasional.
Hasil dari evaluasi sumatif ini menggambarkan keberhasilan atau point dari suatu proses pembelajaran yang sudah berlangsung.
Hasil dari evaluasi sumatif ini dapat juga dijadikan landasan dalam membuat suatu kebijakan.

D. Evaluasi Dampak
Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh suatu program/proses pendidikan. Dampak ini bisa diukur berdasarkan kriteria keberhasilan sebagai indikator ketercapaian tujuan program pembelajaran.


MAKNA EVALUASI

Evaluasi harus bermakna memberikan informasi kepada semua pihak yang terlibat proses pendidikan, yaitu siswa, guru, sekolah, departemen pendidikan nasional dan masyarakat.
Makna evaluasi bagi pihak2 terkait sbb :
Bagi,
Siswa       --> sebagai informasi sejauh mana telah menguasai pelajaran, membangkitkan motivasi, mengembangkan cara belajar.
Guru       -->   sebagai informasi mengenai kompetensi siswa, metoda pembelajaran dan materi  pelajaran, sebagai umpan balik.
Sekolah  -->  Informasi tentang keberhasilan pembelajaran sesuai dengan kebijakan sekolah
Orangtua -->  Informasi kemajuan belajar anaknya, dan untuk masukan kepada sekolah
Diknas   --> Informasi tentang keberhasilan pendidikan sesuai dengan kebijakan departemen DIKNAS
Masyarakat --> Informasi tentang keberhasilan sekolah dalam mengelola pembelajaran.

PRINSIP EVALUASI
Evaluasi Pendidikan harus mengikuti prinsip-prinsip sbb :
1. Prinsip keterpaduan
Harus ada keterpaduan antara tujuan instruksional , metoda pembelajaran, materi pelajaran

2. Prinsip keterlibatan siswa
Harus memperhatikan segi keterlibatan siswa, Karena evaluasi merupakan kebutuhan bagi siswa. Siswa perlu akan informasi mengenai kemajuan dalam program pembelajaran

3. Prinsip Koherensi
Evaluasi harus berkaitan dengan materi yang sudah disajikan dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Sesuai pula dengan alat evaluasi yang digunakan serta cara penyelenggaraannya

4. Prinsip Pedagogis
Evaluasi diterapkan sebagai upaya perbaikan sikap, memberi motivasi , dan sebagai reward ataupun punishment

5. Prinsip Akuntabilitas
Evaluasi pembelajaran sebagai pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua, masyarakat dan departemen/dinas terkait.

Thursday, October 21, 2010

Pengantar Evaluasi Pendidikan

Disarikan dari kuliah Evaluasi Pendidikan pertemuan I Prof. Yetty Supriyati


A. Pengertian
Pendidikan adalah proses pengembangan potensi manusia dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik, secara terintegrasi dan berkelanjutan yang menghasilkan perubahan perilaku.

Evaluasi merupakan proses menentukan keputusan tentang nilai hasil kerja atau performa siswa secara kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi mencakup penilaian dan pengukuran (measurement). Dengan kata lain evaluasi adalah tindak lanjut dari penilaian dan pengukuran yang telah dilakukan. Keputusan atau ketetapan tidak dapat diambil, tanpa dilakukan penilaian dan pengukuran.
Assessment merupakan proses pengumpulan data yang dipakai untuk menggambarkan perkembangan belajar (Aikenhead, 1997). Sedangkan evaluasi adalah mengevaluasi data yang telah dikumpulkan melalui asesmen/penilaian.


Evaluasi tidak hanya mencakup tes dan pengukuran hasil belajar siswa namun juga mempertimbangkan proses non tes seperti observasi.

B. Lingkup evaluasi Pendidikan
Berikut ini aspek-aspek dari pendidikan yang bisa dievaluasi
 Lulusan
 Proses
 Pengelolaan
 Lingkungan
 Dukungan profesional
 Stakeholders
 Sarana dan Prasarana
 Pendidik dan tenaga kependidikan
 Penilaian
 Litbang
 Biaya
 Sasaran
 Kebijakan
 Kuikulum

C. Perbedaan Pengertian Tes, Pengukuran, Penilaian , Ujian dan Evaluasi


Tes -->   Hanya salah satu cara untuk mengujur kemajuan belajar siswa. Tes berisi himpunan pertanyaan yang       harus dijawab oleh peserta tes (siswa).

Pengukuran (measurement)
 -->  Kegiatan untuk mendapatkan informasi secara kuantitatif terhadap hasil belajar atau performance siswa
Ujian (examination) 
   --> Kegiatan untuk mendapat Informasi kelulusan peserta pada suatu program sehingga ada batas kelulusan
Penilaian (assesment)
 -->  Kegiatan untuk mengetahui apakah suatu Pembelajaran telah berhasil atau belum
Evaluasi
-->  Tindakan pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang atau lembaga

D. Pelaku Evaluator


Siapa yang melakukan evaluasi?

  • Internal evaluator
  • Eksternal evaluator

Dilihat dari segi kepakaran

  • Profesional evaluator
  • Amatir evaluator


Syarat seorang evaluator
 Memahami objek yang dievaluasi
 Mampu dan dapat dipercaya
 Mempunyai integritas dan objektif
 Mampu menggunakan metodologi penelitian
 Mampu menganalisis data

Konfigurasi Evaluasi


I. Outsider ==> untuk internal
lembaga mengambil evaluator dari luar hasilnya digunakan untuk pelaksana program di dalam

II. Outsider ==>untuk pimpinan /penyandang dana
Pimpinan/penyandang dana meminta pihak luar mengevaluasi hasilnya hanya diketahui pimpinanpenyandang dana

III. Insider ==> untuk internal
Evaluator merupakan tim dari pembuat program dan hasilnya juga digunakan oleh mereka sendiri

IV. Insider ==> untuk Outsider
Orang dalam mengevaluasi diri hasilnya dipakai untuk kepentingan pihak luar cotohnya untuk pertanggung jawaban atau akreditasi

Wednesday, October 20, 2010

Dasar-Dasar Sistem Informasi Managemen (bag 2)

II. Komponen Sistem Informasi
A. Konsep Sistem Informasi
Sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, berinteraksi, bekerjasama unuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.
Input --> berbagai elemen yang memasuki sistem untuk diproses
Pemrosesan --> proses transformasi yang mengubah input menjadi output
Output --> proses tranformasi ke ujuan akhirnya


Konsep sistem akan lebih lengkap dengan adanya umpan balik dan pengendalian (control). Umpan balik menjelaskan data mengenai kinerja suatu sistem di organisasi. Kontrol/pengendalian melibatkan pengawasan dan pengevaluasian untuk menetapkan apakah sistem menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan atau tidak. Dengan melakukan pengendalian/kontrol, sistem akan membuat penyesuaian yang dibutuhkan dengan tepat


B. Komponen – komponen Sistem Informasi
Model Sistem Informasi




Tuesday, October 19, 2010

Asumsi dan Peluang (Ontologi Filsafat Ilmu bag 2)

A. Asumsi
Pengertian
Mengapa asumsi diperlukan? Asumsi diperlukan dalam pengembangan ilmu. Tanpa asumsi anggapan orang/pihak tentang realitas bisa berbeda, tergantung dari sudut pandang dan kacamata apa.
Asumsi merupakan anggapan/andaian dasar tentang sebuah realitas. Asumsi adalah anggapan dasar tentang realitas objek yang menjadi pusat perhatian penelaahan kita. Asumsi merupakan pondasi bagi penyusunan pengetahuan ilmiah.

Asumsi terhadap hukum alam
Asumsi terhadap hukum alam berbeda-beda menurut kelompok-kelompok penganut faham berikut ini

  • Deterministik
Kelompok penganut paham deterministik menganggap hukum alam ini tunduk kepada determinisme , yaitu hukum alam yang bersifat universal. Paham determenisme awalnya dikembangkan oleh William Hamilton(1788-1856) dari doktrin Thomas Hobbes (1588-1679). Paham ini menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak yang bersifat universal
  •  Pilihan Bebas
Penganut pilihan bebas menganggap hukum yang mengatur itu tanpa sebab karena setiap gejala alam merupakan pilihan bebas. Penganut pilihan bebas menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihannya dan tidak terikat kepada hukum alam.
  •  Probabilistik
Dan yang terakhir penganut paham ini berada di antara deterministik dan pilihan bebas. Yang menyatakan bahwa gejala umum yang universal itu memang ada, namun berupa peluang.

Ilmu mempelajari tentang hukum alam. Agar ilmu itu ada kita harus mengasumsikan bahwa hukum yang mengatur semua kejadian itu ada. Tanpa asumsi itu berbagai ilmu tidak bisa lahir. Hukum diartikan sebagai aturan main atau pola kejadian yang diikuti sebagian besar orang, gejalanya berualng kali dapat diamati dan menghasilnya hasil yang sama. Ilmu tidak mempelajari kejadian yang seharusnya melainkan mempelajari kejadian sebagaimana adanya

Aliran determinisme ini berlawanan dan ditentang oleh penganut paham fatalisme dan penganut paham pilihan bebas. Menurut aliran fatalisme bahwa semua kejadian ditentukan oleh nasib yang telah ditetapkan lebih dulu. Jika kita ingin hukum kejadian itu berlaku bagi seluruh manusia maka kita bertolak dari paham determinisme. Jika kita ingin hukum kejadian yang pas bagi tiap individu kita berpaling pada paham pilihan bebas. Sedangkan jika kita memilih posisi di tengah mengantarkan kita pada paham probabilistik.
Jika kita menginginkan hukum yang bersifat mutlak dan universal, kesulitannya adalah dalam kemampuan manusia untuk memenuhi semua kejadian. Misalnya matahari selalu terbit dari timur, beranikah kita menyimpulkan bahwa sampai kapanmu matahari tak akan terbit dari barat?
Di lain pihak jika kita menginginkan keunikan individual (misalnya seni) seperti yang diikuti paham pilihan bebas, maka kita akan kesulitan dalam hal praktis dan ekonomis.
Kompromi di antara kutub determinisme dan paham pilihan bebas, ilmu menjatuhkan pilihannya pada asumsi atau penafsiran probabilistik.

Asumsi mengenai objek empiris
Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris, yaitu :

  1. Menganggap objek-objek tertentu mempunyai kesamaan satu sama lain. Cabang ilmu ini mulai berkembang dengan adanya klasifikasi atau taksonomi. Perkembangan kemudian diikuti komparasi atau perbandingan.
  2. Menganggap bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waku tertentu. Misalnya dipakai untuk mempelajari benda-benda angkasa.
  3. Menganggap setiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. Bahwa semua kejadian itu terjadi karena ada sebabnya. Ada suatu pola yang diikutinya.

Masih sejalan dengan asumsi ke 3 bahwa semua kejadian itu mengikuti pola kita jika bisa menganggap setiap kejadian mengikuti pola kejadian yang probabilistik yaitu determinisme yang probabilistik.

B. Peluang
Ilmu Probabilistik atau ilmu tentang peluang termasuk cabang ilmu yang baru. Walau termasuk ilmu yang relatif baru, ilmu ini bersama dengan statistika berkembang cukup pesat.
Peluang dinyatakan dari angka 0 sampai 1. Angka 0 menyatakan bahwa suatu kejadian itu tidak mungkin terjadi. Dan angka 1 menyatakan bahwa sesuatu itu pasti terjadi. Misalnya bahwa peluang semua makhluk hidup itu akan mati dinyatakan dengan angka 1.

Hukum statistika hanya menyatakan distribusi kemungkinan/peluang dari nilai besaran dalam kasus-kasus individual. Misalnya peluang munculnya angka tertentu dari lemparan dadu adalah 1/6. Hukum statistik tidak meramalkan apa yang akan terjadi atau apa yang pasti terjadi dalam suatu lemparan dadu. Hukum ini hanya menyatakan jika kita melempar dalam jumlah lemparan yang banyak sekali maka setiap muka dadu diharapkan untuk muncul sama seringnya.

Kita tahu bahwa untuk menjelaskan fakta dari suatu pengamatan, tidak pernah pasti secara mutlak karena masih ada kemungkinan kesalahan pengamatan. Namun di luar dari pada itu jika hal ini ditinjau dari hakikat hukum keilmuwan maka terdapat kepastian yang lebih besar lagi. Karena itu ilmu menyimpulkan sesuatu dengan kesimpulan probabilistik. Ilmu tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan lewat penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif.
Misalnya seorang ilmuwan geofisika dan meteorologi hanya bisa memberikan bawa kepastian tidak turun hujan 0.8. Atau seorang psikologi atau psikiater hanya bisa memberikan alternatif mengenai jalan-jalan yang bisa diambil. Keputusan apa yang akan diambil seseorang sehubungan informasi cuaca di atas atau langkah apa yang akan diambil seseorang sesuai saran psikolog tergantung masing-masing pribadi. Keputusan ada di tangan masing-masing pribadi bukan pada teori-teori keilmuwan.

disarikan dari buku Prof. Jujun Suriasumantri Filsafat Ilmu sebuah pengantar Populer dan Ilmu dalam Perspektif

Dasar-Dasar Sistem Informasi Managemen (bag 1)

Rangkuman Bab 1 dari Buku Pengantar Sistem Informasi karangan James O Brien

I. Sistem Informasi Dalam Bisnis
A. Pengertian Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan kombinasi teratur dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mentransformasi/mengubah dan menyebarluaskan informasi dalam sebuah organisasi.

Teknologi Informasi meliputi teknologi hardware komputer, teknologi software komputer, teknologi jaringan telekomunikasi dan teknologi sumber daya data
Sedangkan Sistem informasi berbasis komputer yaitu sistem informasi yang menggunakan komputer dan memanfaatkan teknologi di bidang hardware komputer, software, jaringan telekomunikasi dan teknologi managemen data resources.

B. Kerangka Kerja SI bagi praktisi bisnis
Pengetahuan SI yang dibutuhkan oleh praktisi bisnis meliputi 5 area/kerangka meliputi :

  • konsep dasar sistem informasi,
  • teknologi informasi, meliputi hardware, software, Jaringan dan internet dan data
  • aplikasi bisnis, meliputi CRM, ERP, e-commerce, sistem pengambilan keputusan, supply chain management
  • proses pengembangan SI dalam bisnis
  • tantangan manajemen untuk mengelola secara efektif fungsi SI dan TI


C. Peran SI dalam Bisnis
Untuk sebuah organisasi SI bisa berperan mendukung dalam hal

Saturday, October 16, 2010

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Lagi penasaran mengenai kurikulum PAUD yang baru. Eh nemu juga di suatu blog pas lagi googling. Yang tertarik dengan kurikulum PAUD yang baru pertingkat satuan pendidikan atau kerennya KTSP,aku link dari blognya Pak Hidayat Sunarya..Buat yang perlu langsung klik aja link di bawah ini ya, ga boleh copas khan soalnya hihihi

BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!: KERANGKA DASAR KURIKULUM PAUD -LENGKAP
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...