Langsung ke konten utama

Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

Bab 9 Bag 1 Pendukung Keputusan Dalam Bisnis buku terjemahana Pengantar Sistem Informasi karangan James O Brien

Informasi , Keputusan dan Manajemen
Stuktur keputusan berbentuk piramida dari manajemen operasional, manajmen taktis dan yang terakhir manajemen strategis

Kualitas Informasi
Dari sedi waktu harus
 Tepat
 Aktual
 Periodik
 Jangka Waktu
Dimensi Isi harus
 Akurat
 Relevan
 Lengkap
 Ringkas
 Luas
 Menunjukkan kinerja perusahaan
Bentuk
 Jelas
 Rinci
 Sistematis
 Representatif
 Menarik

Perbedaan SIM dan DSS
SIM menyediakan informasi mengenai kinerja organisasi, memnyedialan informasi dan laporan periodik dengan format tertentu, Informasi ini diperolah dari hasil ekstraksi dan manipulasi data. Sedangkan DSS MEnyediakan informasi khusus untuk pendukung keputusan, menganalisi masalah dan melihat peluang. Laporan atau informasi bergantung permintaan formatnya pun disesuaikan sesuai kebutuhan. Informasi untuk DSS diperoleh dari pemodelan analitis

Aplikasi Business Intelligence
Fokus aplikasi
 Pendukung keputusan
 Modeling
 Menarik informasi
 Data warehousing
 Skenario apa-jika
 Pelaporan


1. SIM
Produk informasi yang dihasilkan SIM berupa laporan dalam bentuk

 Laporan periodik terjadwal
 Exception report- jika terjadi pengecualian
 Laporan demand – respond
 Push repoting

2. OLAP (Online Analytic Processing)
Untuk pengembangan database analitis, data mart, gudang data, teknik data mining struktur database multidimensi. Berusaha menemukan pola, tren dan kondisi pengecualian yang dapat diakses scr online dan langsung oleh manajer dan analis.
OLAP ini melibatkan operasi analitis dasar yaitu konsolidasi /pengelompokan data, penggalian data (memanggil data ke arah kebalikan), pengirisan dan pemotongan (melihat data dari berbagai sudut


3. DSS
Yaitu SI yang memberikan dukungan interaktif bagi manajer/praktisi bisnis selama proses pengambilan keputusan. DSS mengnakan
 Model analitis
 Database khusus
 Penilaian dan pandangan pembuat keputusan
 Proses pemodelan berbasis komputer

Software DSS menyediakan model-model (basis model) dan teknis analitis. Sepeti model akuntasi yang berisi hubungan sederhana antar berbagai variabel akuntansi, model peramalan dengan regresi ganda, dan pemrograma linier.

4 jenis dasar pemodelan analitis
 Analisis jika-maka
 Analisis sensitivitas
 Analisis pencarian sasaran (goal – seeking)
 Analisis optimisasi

Fitur lain yang disediakan DSS adan Sistem Visualisasi Data dan Sistem Informasi Geografis (DVS dan GIS)

4. Data Mining
Software data mining menganalisis data bisnis historis yang jumlahnya sangat besar dari gudang data untuk menemukan pola, tren dan korelasi yang tersembunyi dalam rangka knowledge discovery. Software ini melakukan regresi, pohon keputusan, jaringan syaraf, deteksi kelompok atau analisis kerangjang pasarar. Manfaatnya bisa juga untuk memotong biaya yang berlebihan dan menunjukkan peluang dan hubungan yang menguntungkan tapi awalnya tak terlihat.

5. Sistem Manajemen Pengetahuan - KMS
KMS mendukung penyimpanan dan penyebaran informasi dan pengatahuan isnis perusahaan/organisasi yang bisa berbentuk database hipermedia di jaringan web perusahaan.
Jalan masuk ke KMS berupa Portal Pengetahuan Perusahaan.

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
Atau dikenal dengan Executive Information System- EIS adalah SI yang menggabungkan antara SIM dan DSS
Awalnya untuk penyedian informasi bagi eksekutif puncak terutama mengenai critical succes factor-csf. Lambat laun EIS ini juga dikembangkan untuk manajer dan orang-orang di oerganisasi sehingga berkembang menjadi enterprise information system EIS dan Executive Information System

Portal Perusahaan


Enterprise Information Portal – EIP adalah portal untuk setiap anggota organisasi yang merupakan perpaduan dari SIM, DSS dan EIS yang diberikan kepada semua pemakai intranet.

Referensi
Brien, James O. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta, Salemba Empat, 2008. 

Komentar

Popular Posts

Penelitian Etnografi

PENGERTIAN               Penelitian etnografi adalah termasuk salah satu pendekatan dari penelitian kualitatif. Penelitan etnografi di bidang pendidikan diilhami oleh penelitian sejenis yang dikembangkan dalam bidang sosiologi dan antropologi. Penelitian etnografi pernah dilakukan oleh peneliti bernama Jonathan Kozol, dalam rangka melukiskan perjuangan dan impian para warga kulit hitam dalam komunitas yang miskin dan terpinggirkan di daerah Bronx, New York [1] . Penelitian kualitatif dengan pendekatan ini kemudian banyak diterapkan dalam meneliti lingkungan pendidikan atau sekolah.                          Menurut Miles & Hubberman seperti yang dikutip oleh Lodico, Spaulding & Voegtle, Etnografi berasal dari bahasa Yunani ethos dan grapho s. Yang berarti tulisan mengenai kelompok budaya. Sedangkan Menurut Le Clompte dan Schensul etnografi adalah metode penelitian yang berguna untuk menemukan pengetahuan yang terdapat atau terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertent

Asumsi dalam Ilmu (Ontologi Filsafat Ilmu bag 3)

by dwining bintarawati Asumsi dalam Ilmu Waktu kecil segalanya kelihatan besar, pohon terasa begitu tinggi, orang-orang tampak seperti raksasa Pandangan itu berubah setelah kita berangkat dewasa, dunia ternyata tidak sebesar yang kita kira, wujud yang penuh dengan misteri ternyata hanya begitu saja. Kesemestaan pun menciut, bahkan dunia bisa sebesar daun kelor, bagi orang yang putus asa. Katakanlah kita sekarang sedang mempelajari ilmu ukur bidang datar (planimetri). Dengan ilmu itu kita membuat kontruksi kayu bagi atap rumah kita. Sekarang dalam bidang datar yang sama bayangkan para amuba mau bikin rumah juga. Bagi amuba bidang datar itu tidak rata dan mulus melainkan bergelombang, penuh dengan lekukan yang kurang mempesona. Permukaan yang rata berubah menjadi kumpulan berjuta kurva. Asumsi dan Skala Observasi Mengapa terdapat perbedaan pandangan yang nyata terhadap obyek yang begitu kongkret sperti sebuah bidang? Ahli fisika Swiss Charles-Eugene Guye menyimpulkan gejala itu

Pengertian dan Tujuan Pendidikan menurut UU Sisdiknas

Karena UU Sisdiknas itu puanjang, aku kutipin sebagian tentang pengertian dan tujuan pendidikan menurut UU RI No 2 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal-pasal ini minimal akan sering kita pakai untuk rujukan diawal Check this out BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1  Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. 3. Sistem pendidikan nasional adalah   keseluruhan komponen pendidikan yang sali

Filsafat Pendidikan Realisme

BAB I PENDAHULUAN A.      LATAR BELAKANG Filsafat pendidikan adalah aplikasi dari filsafat umum dalam pendidikan. Berbeda dengan Filsafat Umum yang objeknya adalah kenyataan keseluruhan segala sesuatu. Filsafat Khusus /terapan mempunyai objek kenyataan salah satu aspek kehidupan manusia yang dalam hal ini adalah pendidikan. Filsafat pendidikan menyelidiki hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang cara dan hasilnya serta hakikat ilmu pendidikan yang bersangkut paut terhadap struktur kegunaannya. Seperti halnya filsafat yang lain, filsafat pendidikanpun bersifat spekulatif, preskriptif dan analitik. Spekulatif artinya filsafat pendidikan membangun teori-teori tentang hakikat pendidikan manusia, hakikat masyarakat dan hakikat dunia. Preskriptif artinya filsafat pendidikan menentukan tujuan pendidikan yang harus diikuti dan dicapai. Analitik artinya filsafat pendidikan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang spekulatif dan perspektif. Filsafat ilm

Pendekatan Evaluasi Program Berorientasi Tujuan ( Objective – Oriented Evaluation Approach)

Pendahuluan Dari awal pesatnya perkembangan evaluasi pendidikan tahun 60-70 an sampai sekarang , para ahli telah mengembangkan sekitar 50 model/pendekatan evaluasi Banyaknya model ini juga didasarkan oleh beberapa pendekatan pada evaluasi , jenis/bentuk evaluasi juga tujuan evaluasi. Evaluasi program merupakan proses deskripsi , pengumpulan data dan penyampaian informasi kepada pengambil keputusan yang akan dipakai untuk pertimbangan apakah program perlu diperbaiki, dihentikan atau diteruskan. Berdasarkan objektivisme dan subjektivisme, 50 model yang ada sebenarnya bisa dikelompokkan menjadi 6 pendekatan, yaitu 1. Pendekatan berorientasi tujuan ( objectives-oriented approaches/goal oriented approach ) 2. Pendekatan berorientasi manajemen ( management – oriented approaches ) 3. Pendekatan berorientasi pemakai ( consumer – oriented approaches ) 4. Pendekatan berorentasi kepakaran ( expertise – oriented approaches ) 5. Pendekatan berorientasi ketidaksamaan ( adversary-eriented appr