Search This Blog

Loading...

Friday, February 18, 2011

Kecerdasan Jamak (Theory of Multiple Intellegence)


Dari segi terminologi jamak berarti banyak atau lebih dari satu. Berarti kecerdasan jamak itu kecerdasan yang lebih dari satu. Dalam bahasa aslinya kecerdasan jamak dikenal dengan istilah Multiple Intellegence (MI). Ada juga yang menerjemahkannya sebagai kecerdasan majemuk. Teori tentang Multiple Intellegence ini berasal dari Howard Gardner. beliau menuliskan teorinya ini dalam buku yang ramai dibicarakan oleh kalangan umum saat itu (1983) berjudul Frames of Mind. Gardner pada awalnya menyebutkan ada tujuh kecerdasan dalam bukunya itu. Selanjutnya Gardner menambahkannya menjadi 8 kecerdasan.
              Sebelum berangkat lebih jauh kita kembali ke definisi intelegensi (kecerdasan). Menurut Woolfolk (2009) kemampuan atau berbagai kemampuan untuk mendapatkan dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan dunia sekitar [1]. Para penulis dan ahli lainnya juga banyak berpendapat hampir sama, menurut Santrock (2008) intelegensi (kecerdasan) adalah keterampilan menyelesaikan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari [2].  Cara mengukur intelegensi ini menggunakan sebuah test yang dikenal dengan tes IQ, yang dipelepori oleh Alfred Binet.
              Rupanya beberapa pihak dan para ahli ini pun ada yang tidak sreg dengan skor tunggal dari tes IQ ini. Tes ini dianggap hanya menggambarkan kemapuan intelektual atau kognitif saja dan mengabaikan kemampuan lain dalam diri manusia. Yaitu Gardner tahun 1983 tentang teori kecerdasan jamak berusaha mengungkapkan kemampuan mental lain dalam diri manusia dari pengalamannya dalam penelitian orang-orang yang mengalami kerusakan otak (Gardner, 2003). Carrol, 1997 seperti yang dinyatakan oleh Woolfolk (2009) mengenalkan tiga tingkat intelegensi , yaitu kemampuan umum, beberapa kemampuan luas (termasuk intelegensi cair dan intelegensi terkristal) dan beberapa kemampuan spesifik (ada sekitar 70) [3]. Lalu Stenberg seperti yang dikutip oleh Santrock 2008 dan Jamaris 2010 mengatakan dalam Triartic Theory of Intellegence bahwa ada 3 jenis intelegensi yaitu intelegensi analitis, kreatif, intelegensi kreatif dan intelegensi praktis [4] [5]. Tahun 1990 Mayor dan Salovey memulai konsep mengenai Emotional Intellegence. Dan kemudian dipopulerkan oleh Daniel Goleman tahun 1995 dengan bukunya Emotional Intellegence. Kemudian Zohar dan Marshall tahun 1997 mengungkapkan istilah spiritual intelligence (SQ).
              Jadi akhir-akhir ini orang mulai mempertanyakan mengenai konsep IQ, terutama hubungannya dengan prestasi di sekolah dan kesuksesan dalam dunia kerja nantinya. Orang dengan IQ tinggi belum tentu berprestasi di sekolah karena banyak juga anak-anak berkategori gifted dengan IQ di atas 130 masuk dalam kategori gifted underachiever yaitu tidak berprestasi. Demikian pula bahwa anak yang dulu berprestasi akademik bagus di sekolah belum tentu sukes dalam bisnis dan pekerjaannya. Bagitu pula orang tua yang merasa kurang puas dengan hasil skor tes IQ anaknya di sekolah namun merasa anaknya mempunya potensi terutama di bidang-bidang tertentu, mulai tertarik dengan konsep kecerdasan jamak ini.

Multiple Intellegence

              Teori Kecerdasan Jamak dari Gardner mendapat banyak kritik dari para ahli namun mendapat sambutan yang cukup luas di kalangan masyarakat dan juga kalangan pendidikan di sekolah. Gardner sendiri mendefinisikan intelegensi tidak banyak berbeda dengan para ahli yaitu kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau menciptakan produk yang berharga dalan satu atau beberapa lingkungan budaya dan masyarakat [6]. Namun Gardner menganggap bahwa kemampuan itu menjadi banyak kemampuan yang terpisah dari kecerdasan musik sampai kecerdasan interpersonal, bukan dinyatakan dengan satu kecerdasan umum saja. Gardner membayangkan kecerdasan itu sebagai potensi biopsikologi dan semua individu mempunyai potensi untuk menggunakan sekumpulan bakat kecerdasan yang dimiliki tiap individu. Ada orang yang cerdas di satu bidang tertentu tetapi nyaris tidak memahami bidang lain misalnya idiot savant. Jadi tiap bidang kecerdasan juga mempunyai tempat tersendiri di otak manusia. Penelitiannya mengenai kerusakan otak menunjukkan bahwa kerusakan otak yang menurukan funsgsi di bidang tertentu kadang tidak memperngaruhi kecerdasan di bidang lainnya.
              Sampai sekarang ini Gardner mengutarakan 7 jenis kecerdasan plus 1 yang juga banyak dikutip banyak sumber yaitu kecerdasan linguistik, logika-matematika, ruang (spasial), musik, gerakan badan (bodily-kinesthetic), kecerdasan antar pribadi (interpersonal) dan intra pribadi. Dan kecerdasan yang terakhir dimasukkan Gardner adalah kecerdasan naturalis. Dari definisi teorinya yang berhubungan dengan kata “jamak”, sebenernya Gardner tidak membatasi jumlah itu (jadi menurut penulis bisa saja kemudian orang atau Gardner sendiri memutuskan bukan 7, 8 tapi lebih banyak lagi) dan Gardner terbuka jika urutannya pun dibolak-balik. (Gardner, 2003). Jadi urutan pertama tidak menunjukkan kecerdasan mana yang lebih dahulu atau kecerdasan yang lebih penting.
Berikut ini uraian 8 kecerdasan menurut Gardner
1.      Kecerdasan Musik
              Yaitu, kemampuan untuk membedakan bunyi nada, pitch, ritme, mengekspresikan suara-suara musik dan memainkan instrumen.
2.      Kecerdasan Gerakan Badan (Bodily Kinesthetic)
              Yaitu kemampuan melakukan gerakan, mengontrol gerakan badan, menyesuaikan gerakan dan menggunakan peralatan. Orang yang mempunyai kecerdasan ini misalnya penari handal, atlet berbakat ataupun dokter bedah.
3.      Kecerdasan Logika Matematika
kemampuan untuk melihat pola yang logis, numerik, melakukan deduksi, mengajukan hipotesis penarikan kesimpulan dan evaluasi. Contohnya adalah seorang ilmuwan atau scientist.
4.      Kecerdasan Linguistik
              Kemampuan dalam mengenali ritme bunyi, penggunaan dan pemilihan kata-kata dan bahasa. Misalnya orang yang paham menulis puisi.
5.      Kecerdasan Ruang
              Kemampuan untuk melakukan navigasi, membayangkan posisi dalam ruang, visualisasi benda dalam ruang dan menggunakan ruang secara akurat.
6.      Kecerdasan Antar Pribadi
              Yaitu kemampuan untuk mengenali perbedaan, suasana hati, temperamen, motivasi dan kehendak orang lain. Contohnya seorang wiraniaga sukses
7.      Kecerdasan Intra Pribadi
              Yaitu kemampuan untuk mengenali, memahami perasaan dan diri secara akurat dan mampu bekerja sama dengan efektif dengan diri sendiri.
8.      Kecerdasan Naturalis
              Yaitu kemampuan untuk mengenali macam tumbuhan dan hewan juga kemampuan untuk mengklasifikasi atau mengkatagori sesuatu. Contohnya botanis dan petani.

              Kritikan terhadap Gardner menganggap bahwa 7 atau 8 hal yang disebutkan itu bukan dimasukkan dalam kategori kecerdasan tetapi banyak yang menganggap itu adalah bakat.


[1] Anita Woolfolk, Educational Psychology Active Learning Edition , edisi bahasa Indonesia ( Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2009). Hlm. 168
[2] John W. Santrock, Educational Psychology, third edition (Boston : Mc. Graw Hill, 2008) hlm. 115
[3] Woolfolk. loc.cit. hlm 170
[4] Santrock, Op. cit. hlm. 118
[5] Martini Jamaris, Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan (Jakarta: Penamas Murni, 2010) hlm. 122-125.
[6] Howard Gardner, Kecerdasan Majemuk, Teori dalam Praktek, alih bahasa Alexander Sindoro (Batam: Interaksara, 2003) hlm.

No comments:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...