Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ABK

Anak, Keluarga, dan Karir, Bisakah Selalu Beriringan?

Banyak orang berkata sejak  dahulu  perempuan itu makhluk unik dan hebat. Dia terlihat lemah tetapi sekaligus kuat. Bagaimana tidak? Perempuan itu bisa menjalani berbagai peran sekaligus.  Dari peran tradisionalnya saja, perempuan itu sudah multi peran. Baik itu menjadi istri, melahirkan anak, mengurus bayi, membesarkan dan mendidik anak, juga mengurus rumah. Belum lagi perempuan juga sering membantu tugas para bapak atau keluarga. Mungkin dari itu wanita-wanita pahlawan di tanah air, seperti Ibu Dewi Sartika mendirikan Sekolah Kepandaian Putri. Karena ternyata banyak sekali keterampilan yang harus dimiliki perempuan untuk menjalani perannya. Setelah zaman berganti, perempuan pun sama-sama menjadi sarjana seperti laki-laki. Tuntunan pun mulai berubah. Perempuan juga bisa bekerja dan berkarir di luar rumah, selain mengurus anak dan keluarga. Setelah lulus juga  cita-citaku dahuli seperti itu. Rasanya menjadi perempuan itu tantangan yang menakjubkan. Kenyataannya, termasuk aku pribadi, t

Sekolah Inklusi

Kondisi anak secara fisik dan mental berbeda-beda ada yag dikatakan sebagian besar orang termasuk “anak normal” namun ada juga yang digolongkan orang sebagai anak dengan kebutuhan khusus (special needs) atau sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Kewajiban pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan sarana dan prasarana dalam bentuk sekolah agar semua anak tanpa kecuali baik itu anak normal maupun anak berkebutuhan khusus bisa bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak. Sangat manusiawi bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga ingin diperlakukan sama seperti anak-anak normal lainnya dan bisa bergaul dan bermain bersama dengan anak-anak normal. Sangat manusiawi juga bahwa mereka ingin bersekolah di tempat yang sama seperti anak-anak normal lainnya. UNESCO selama 1 dasawarsa ini telah menggaungkan semangant “Education for All” atau pendidikan untuk semua. Tanpa terkecuali tanpa membeda-edakan ras,agama atau kondisi masing-masing anak. Semangat bahwa semua anak mempunyai h

Anak Berkebutuhan Khusus (special need children)

Yang dimaksudkan anak berkebutuhan khusus atau anak berkekhususan meliputi anak yang berkelainan/cacat baik mental maupun fisik ( handicapped ataupun children with disabilities ) dan juga anak dengan bakat istimewa dan atau cerdas istimewa ( gifted children ) Menurut Santrock pembagian anak berkelainan sebagai berikut 1. Kesulitan Belajar ( learning disabilities ) Sebagian besar dari kesulitan belajar ini adalah bersifat ketidakmampuan jangka panjang. Menurut Linda Siegel, seseorang anak mendapat diagnosa kesulitan belajar hanya jika mempunyai IQ di bawah retardasi, atau mempunyai kesulitan dalam akademik di sekolah khususnya membaca dan matematik dan namun tidak terdeteksi mempunyai gangguan mental parah (Santrock, 2008) Kesulitan belajar biasanya dibedakan menjadi 3, yaitu Disleksia, kesulitan membaca dan mengeja. Anak dengan disleksia mempunyai kesulitan dalam   keterampilan fonologi yang melibatjan kemampuan untuk memahami bagaimana bunyi dan huruf bisa dibentuk menjadi kata