Search This Blog

Loading...

Sunday, November 21, 2010

STANDAR EVALUASI PROGRAM

Dalam melaksanakan kegiatan Evaluasi Program seorang evaluator harus mengikuti kaidah dan prosedur tertentu untuk menjamin evaluasi berjalan baik sesuai standar evaluasi program. Standar evaluasi ada 4 kategori yaitu standar utility (kegunaan), feasibility (kelayakan), propriety (kesahihan) dan accuracy (ketepatan).
Berikut ini akan diuraikan dan ke 30 standar tersebut sesuai yang dikeluarkan Join Committe 1994 seperti yang dikutip oleh Fitzpatrick, Sanders dan Worthen (2004) yang berusaha penulis terjemahkan satu persatu ke dalam bahasa Indonesia

Standar Utilitas/ Kegunaan (Utility standard)

Standar Utilitas ini untuk memastikan bahwa evaluasi akan menyajikan informasi yang sesuai dengan keperluan pemakai
Standar utilitas (disingkat U) terdiri dari 7 komponen (U1-U7), sbb :

U1 Stakeholder Identification – Identifikasi Stakeholder
      Pihak yang terlibat atau terpengaruh oleh evaluasi ini perlu diidentifikasi agar kebutuhan mereka dapat  tercakupi
U2 Evaluator Credibility – Kredibilitas Evaluator
     Seseorang yang melaksanakan evaluasi harus terpercaya dan kompeten sehinga hasil evaluasi mencapai kredibilatas dan penerimaan yang tinggi

U3 Information Scope and Selection – Seleksi dan Ruang Lingkup Informasi
I     Informasi yang didapat harus luas dan juga terseleksi untuk menjawab pertanyaan –pertanyaan yang berkaitan dengan program dan responsif terhadap kebutuhan klien dan stakeholder

U4 Values Identification – Identifikasi Nilai-Nilai
      Sudut pandang, prosedur dan alasan rasional yagn digunakan untuk menginterpretasi temuan harus digambarkan secara hati-hati sehingga dasar untuk mempertimbangkan nilai-nilai menjadi jelas.

U5 Report Clarity – Kejelasan Pelaporan
      Laporan evaluasi harus jelas menggambarkan konteks, tujuan, prosedur dan temuan dari evaluasi sehingga informasi yang penting dapat dipaparkan dan mudah dimengerti.

U6 Report Timeliness and Dissemination – Penyebaran dan Ketepatan Waktu Pelaporan
U7 Evaluation Impact – Dampak Evaluasi
     Evaluasi seharusnya direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan dengan cara yang membuat para stakeholder bisa menindaklanjuti dan menggunakan hasil evaluasi tersebut.


Standar Kelayakan (Feasibility Standard)
Standar kelayakan diperlukan untuk meyakinkan bahwa evaluasi berlangsung realistis, cermat, diplomatis dan hemat.
Ada 3 butir standar kelayakan, disingkat F (F1 s.d.F3) ang bisa diuraikan sbb :

F1 Practical Procedures – Kepraktisan Prosedur
Prosedur evaluasi harus praktis dan menekan gangguan seminimal mungkin selama mendapatkan informasi yang dibutuhkan

F2 Political Viability – Keberlangsungan Politis
Evaluasi harus bisa mengantisipasi beragam posisi/kedudukan dan minat dari kelompok supaya kerjasama semua pihak bisa diperoleh.

F3 Cost Effectiveness – Keefektifan Biaya


Standar Kepatutan (Propriety Standard)
Standar Kepatutan diinginkan untuk meyakinkan agar evaluasi terlaksana secara secara legal, etis dan dengan mempertimbangkan ketentraman pihak-pihak yang terlibat dan terpengaruh kegiatan evaluasi.

P1 Service Orientasi – Orientasi Pelayanan
     Evaluasi seharusnya didesain untuk membantu organisasi untuk melayani kebutuhan anggota secara luas.

P2 Formal Agreement – Perjanjian Formal
     Kewajiban masing-masing pihak terhadap evaluasi harus disetujui secara tertulis.

P3 Right of Human Subject – Hak Asasi Subjek Manusia
     Evaluasi wajib didesain dan dilaksanakan dengan menghargai dan menjaga hak-hak asasi dan ketentraman orang-orang yang terlibat.

P4 Human Interaction – Interaksi yang manusiawi
P5 Complete and Fair Assesment – Penilaian yang lengkap dan jujur
     Evaluator harus adil dalam menyelidiki dan mencatat kelebihan dan kekurangan dari program

P6 Disclosure of Finding – Pengungkapan Temuan
P7 Conflict of Interest – Konflik Kepentingan
     Konflik kepentingan harus ditangani secara terbuka dan jujur sehingga tidak berkompromi dengan proses dan hasil evaluasi
P8 Fiscal Responsibility – Tanggung jawab Fiskal


Standar Akurasi/Ketelitian (Accuracy Standards)
Evaluasi harus menyingkap dan menyampaikan informasi yang memadai secara teknis Standar akurasi ini terdiri dari 12 standar dari A1 s.d. A12

A1 Program Documentation – Dokumentasi Program
A2 Context Analysis – Analisa Konteks
A3 Described Purposes and Procedures – Penggambaran Tujuan dan Prosedur
A4 Defensible Information Source –Sumber Informasi yang tepat
A5 Valid Infomation –Informasi yang valid
A6 Reliable Information –Informasi yang andal
A7 Systematic Information –Informasi yang sistematis
A8 Analysis of Quantitative Information – Informasi analisis kuantitatif
A9 Analysis of Qualitative Information – Informasi Analisis kualitatif
A10 Justified Conclusion – Kesimpulan yang masuk akal
A11 Impartial Reporting – Laporan yang tidak memihak
A12 Metaevaluation – meta evaluasi
        Evaluasi harus dievaluasi secara formatif dan sumatif dengan standar yang tepat sehingga pelaksanaannya terarah.

6 comments:

  1. makasih udah mampir..
    hehe yang ini standar khusus evaluator sih..textbook banget..sorry ga bisa bikin ..yang lbh gampang cuma nerjemahin aja..kyk standar ISO

    ReplyDelete
  2. mbak ijin copy ya, makasih infonya nolong bgt:)

    ReplyDelete
  3. Good day! I simply wish to give an enormous thumbs up for the great information you might have right here on this post.
    I can be coming back to your weblog for extra soon.

    Here is my web site blood in semen after prostate biopsy

    ReplyDelete
  4. Hello! I simply would like to give a huge thumbs
    up for the great data you’ve right here on this post.
    I will probably be coming again to your weblog for extra soon.


    my weblog ... queen seon deok video download

    ReplyDelete
  5. sist...boleh tau nama bukux gak?cz detail banget....makasih sblmx
    kirim ke email seniwati.nusja@gmail.com

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...