Search This Blog

Loading...

Wednesday, December 22, 2010

Pendidikan Jarak Jauh (Distance Learning)

A. Latar belakang
Pendidikan dalam arti luas dalam penyelenggaraannya tidak hanya tanggung jawab pemerintah namun juga perlu peran serta luas masyarakat sebagai penyelenggara baik untuk pendidikan formal, non-formal maupun informal. Tuntutan dan persaingan dunia kerja yang makin tinggi menuntut masyarakat untuk terus belajar dan mengenyam keterampilan dan pengetahuan tambahan di luar pendidikan formal. Di era informasi di mana teknologi informasi dan telekomunikasi kesempatan masyarakat untuk mengikuti beragam bentuk pendidikan pun termasuk pendidikan non-formal semakin luas. Salah satu kesempatan itu berwujud pendidikan jarak jauh.

Bagi individu yang tidak mempunyai banyak waktu dan kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal atau non-formal di kelas, pendidikan jarak jauh kali ini bisa lebih mudah diikuti dengan cara on-line. Kursus on-line di dunia dewasa ini banyak tersedia dari berbagai program, baik yang di selenggarakan oleh institusi pendidikan tinggi resmi, organisasi atau lembaga-lembaga pendidikan. Berbagai pelajaran bahasa asing juga banyak terdapat secara on-line di internet secara gratis untuk sekedar menambah pengetahuan dan keterampilan. Salah satu organisasi terkemuka yang menyelenggarakannya yaitu BBC dan NHK. Namun untuk layanan gratis ini peserta tidak berhak mendapat sertifikat yang membuktikan keabsahan telah menyelesaikan dan mengikuti suatu program.

B. Pendidikan Jarak Jauh
Konsep mengenai pendidikan jarak jauh sendiri telah ada sejak tahun 1900-an dengan istilah sekolah korespondensi atau pendidikan korespondensi. Pada pendidikan korespendensi, Siswa yang berminat melalukan proses belajar dengan melakukan surat-menyurat dengan guru atau lembaga pendidikan yang menyelenggarakannya. Guru dan lembaga pendidikan bersifat sebagai fasilitator dan siswa dituntut untuk bisa belajar mandiri. Materi pelajaran dan ujian dikirimkan memalaui pos/surat. Pendidikan ini adalah alternatif bagi para siswa yang tidak mempunyai kesempatan untuk mengikuti pendidikan tatap muka secara klasik di kelas.
Konsep pendidikan korespondensi ini kemudian meluas menjadi pendidikan jarak jauh, open learning (pendidikan terbuka) dan sekarang masuk juga dalam konsep e-learning.
Menurut UU Sisdiknas pengertian pendidikan jarak jauh sebagai berikut.

Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

Prinsip pendidikan jarak jauh adalah kapan pun, di mana pun dan bagi siapapun. Hampir semua program pendidikan formal tatap muka bisa diselenggarakan dengan cara pendidikan jarak jauh. Kecuali progam-program yang menuntut praktik secara mendalam, tetapi jumlah program seperti itu relatif sedikit jumlahnya.
Menurut Wolf (1996), untuk menyelenggarakan pendidikan atau pelatihan jarak jauh harus memperhatikan tahapan berikut ini
1. Programming (menentukan/mrencanakan program)
2. Course Development (pengembangkan mata kuliah/subjek pelatihan atau kursus)
3. Pendekatan kurikulum, materi dan didaktik
4. Evaluasi dari kualitas media/bahan ajar
5. Pemanfaatan media elektronik
6. Produksi dan distribusi dari dari mata kuliah/subjek kursus.

Menurut penelitian para ahli, keefektifan pendidikan jarak jauh ini tidak ada perbedaan yang signifikan dengan pendidikan tatap muka di kelas. Yang menjadi fokus sekarang ini bagaimana cara mengembangkan kurikulum, materi, metode dan media yang cocok untuk setiap program. Namun dalam pembelajaran jarak jauh bukan tidak berarti tatap muka dihilangkan sama sekali. Tatap muka bisa masih dilakukan sekali-kali sesuai dengan kesepakatan program di awal.

Kelebihan dari program jarak jauh dewasa ini ada di penggunaan media belajar. Penggunaan media belajar dalam kegiatan belajar mengajar sudah banyak diteliti menambah daya serap siswa. Dengan teknologi informasi dan komunikasi, kesenjangan interaksi seperti yang umum terjadi dengan tatap muka di kelas dapat diatasi dengan program radio internet, live streaming, computer conferencing/tele-classroom. Selain itu distribusi bahan ajar dengan kemajuan teknologi informasi bisa lebih cepat dan mudah. Siswa tak perlu lama menunggu datangnya bahan ajar melalui pos, karena bahan ajar dan media bisa langsung diperoleh baik dari e-mail, file transfer ataupun mengunduh (download) bahkan bisa langsung dari genggaman dengan teknologi mobile phone.

Di Indonesia pusat teknologi informasi pendidikan, Pustekkom telah banyak mengembangkan teknologi untuk pendidikan jarak jauh ini. Namun di negara berkembang , termasuk Indonesia penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi informasi dan telekomunikasi masih banyak kendala. Walau pengguna komputer dan telepon seluler sudah relatif banyak, namun belum merata sampai ke pelosok-pelosok daerah. Apalagi akses internet sebagaian besar masih dimonopoli orang-orang yang tinggal di kota-kota besar.


Daftar pustaka
Wolf,H. C. de Distance Education (International Encyclopedia of Education Technology, 1996
Pendidikan Jarak Jauh, teori dan praktek, Universitas Terbuka, 2004

2 comments:

  1. Bljr bhs asing scra ol (tanpa ta2p muka) n gratis?? Iya mauuuuuuu... Ajak2 y th Na.. ^_^

    ReplyDelete
  2. cari aja di websitenya BBC untuk belajar bahasa inggris. di situ ada listeningnya dari percakapan2 dan juga ada script yang bisa di donlot.
    DI website NHK juga ada bahasa jepang ada video animasinya. vidoe itu juga pernah diputar di NHK world

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...